Langsung ke konten utama

8 pendekatan dalam pengelolaan kelas

Keberhasilan pembelajaran membutuhkan pengelolaan kelas yang baik. Pengelolaan kelas sering dipahami sebagai pengaturan ruangan kelas yang berkaitan dengan sarana seperti tempat duduk, lemari buku, dan alat alat mengajar. Padahal pengelolaan kelas adalah bagaimana guru merencanakan , mengatur dan melakukan berbagai kegiatan di kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dan berhasil dengan baik. 
dalam buku "Menjadi guru profesional" yang ditulis Prof Suyannto, Ph.D dan Drs. Asep Jihad, M.Pd dijelaskan bahwa pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan guru untuk mengkondisikan kelas dengan mengoptimalkan berbagai sumber (potensi pada diri guru, sarana dan lingkungan belajar di kelas) yang ditujukan agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan perencaaan dan tujuan yang ingin dicapai. 
Wilford A.Weber (James M.Cooper,1995:230) mengemukakan bahwa clasroom management is a complex set of behaviors the teacher uses to establish and maintain clasroomm conditions that will enable students to achieve their instructional objectives efficiently that will enable to learn."
Artinya pengelolaan kelas merupakan sekumpulan perilaku kompleks yang digunakan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efisien.

Delapan pendekatan dalam pengelolaan kelas menurut Wilford
1. Pendekatan otoriter 
Pandangan ini menekankan pada perlunya pengawasan dan pengaturan siswa

2. Pendekatan Intimidasi
Pandangan ini memberi peluang besar guru untuk mengawasi dan menertibkan siswa dengan cara intimidasi

3. Pendekatan Permisif
Pendekatan ini memberikan kebebasan kepada siswa untuk melakukan apa yang ingin dilakukan, guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa tersebut

4. Pendekatan "Resep Masakan" Pendekatan ini menekankan kepada guru untuk melihat dan mengawasi sejauh mana siswa mengikuti dengan tertib dan tepat hal-hal yang sudah ditentukan, apa yang boleh dan apa yyang tidak boleh dilakukan

5. Pendekatan Pengajaran
Pendekatan ini memberi kesempatan guru untuk menyusun rencana pengajaran dengan tepat sehingga dapat menghindari permasalahan perilaku siswa yang tidak boleh diharapkan.

6.Pendekatan Modifikasi Perilaku
Pendekatan ini menekankan agar guru mengupayakan perubahan perilaku yang positif pad siswa

7. Pendekatan iklim Sosio emosional
dalam konteks ini, guru menekankan terjalinnya hubungan yang positif antara guru dan siswa

8. Pendekatan sistem proses Kelompok/Dinamika kelompok
Pada pendekatan ini, guru ditekankan untuk meningkatkan dan memelihara kelompok kelas yang efektif dan produktif.

Demikianlah delapan pendekatan dalam pengelolaan kelas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah-Langkah Efektif Menyusun PTK di Sekolah Dasar: Dari Refleksi Menuju Perubahan Nyata

  1. Pendahuluan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran. Menurut Kemmis dan McTaggart (1988), PTK adalah “a form of self-reflective inquiry undertaken by participants in order to improve the rationality and justice of their own educational practices” . Artinya, guru tidak hanya menjadi pengajar tetapi juga peneliti yang merefleksikan praktiknya agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi siswa. 2. Identifikasi Masalah Langkah awal dalam menyusun PTK adalah mengidentifikasi masalah yang muncul di kelas. Masalah tersebut biasanya berupa kesulitan belajar siswa, rendahnya motivasi, atau metode pembelajaran yang kurang efektif. Arikunto (2019) menjelaskan bahwa “masalah dalam PTK harus bersumber dari pengalaman nyata guru dalam proses pembelajaran dan dapat dipecahkan melalui tindakan yang dirancang secara sistematis.” Denga...

Penelitian Kuantitatif: Pendekatan, Ciri, dan Penerapannya dalam Dunia Pendidikan

 Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mengkaji fenomena dengan cara mengukur dan menganalisis data numerik. Menurut Sugiyono (2019), penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, serta analisis data bersifat statistik. Pendekatan ini menekankan objektivitas dan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi yang lebih luas. Pendekatan kuantitatif berangkat dari paradigma positivistik yang menempatkan realitas sebagai sesuatu yang dapat diukur secara empiris dan terukur. Creswell (2014) menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji teori dengan cara meneliti hubungan antarvariabel yang dapat diukur menggunakan instrumen dan dianalisis dengan prosedur statistik. Dengan demikian, peneliti kuantitatif berusaha menemukan hukum-hukum umum yang berlaku secara luas melalu...

Ki Hajar Dewantara

Mengenal Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara yang lahir dengan nama Raden mas Soewardi Soerjaningrat pada 2 Mi 1889 di Yogyakarta, berasal dari keluarga ningrat Keraton Yogyakarta. Sebagai bagian dari keluarga bangsawan, ia berkesempatan mendapatkan pendidikan yang baik, berbeda dengan sebagian besar rak Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Dimasa kecilnya, soewardi mengenhyam pendidikan di sekolah Belanda (ELS, europeesche Lagere School) yang kemudian memberinya akses terhadap pemikiran barat serta wawasan tentang ketidakadilan sosial yang dialami rakyat Indonesia. Pendidikan yang ia terima sejak dini ini menjadi landasan penting bagi perkembangan pemikirannya di masa depan. Memasuki masa remaja, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat melanjutkan pendidikannya di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), sekolah kedokteran untuk pribumi di Batavia. Meskipun berkesempatan menempuh pendidikan di sekolah yang bergengsi, Soewardi muda tidak menyelesaikan studinya di bidang kedok...