Langsung ke konten utama

Jenis jenis cerita Fiksi



Jenis jenis cerita fiksi antara lain :


1. Cerita Jenaka adalah cerita pendek berisi kebodohan atau kecerdikan seseorang dan menimbulkan senyum atau tawa bagi pendengaratau pembaca
contoh : si Kabayan - sunda ; Lebai Malang-Sumatra ; Pak banjir-jawa

2. Mite (mitos) adalah cerita yang berhubungan dengan kepercayaan suatu benda, peristiwa ghaib, alam ghaib, atau yang dipercayai mempunyai kekuatan ghaib seperti dewa, peri, Tuhan.
contoh Ratu pantai selatan, Dewi Sri

3. Fabel adalah cerita dengan tokoh tokoh binatang yang diceritakan dan bermasyarakat seperti manusia.
Contoh : kancil dan buaya , Monyet yang rakus

4. Legenda adalah cerita lama mengisahkan riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah, kejadian alam, asal usul suatu benda atau kejadian di suatu tempat atau daerah
contoh : Rawa Pening, Gunung tangkuban perahu, Asal Mula Danau Toba

5. Sage adalah cerita lama yang mengandung unsur sejarah misalnya kepahlawanan.
contoh : Ken Arok, Calon Arang, Lutung Kasarung

6. Cerpen adalah cerita fiksi yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang kehidupan manusia melalui tulisan pendek
contoh : cerpen anak pada surat kabar (si hitam dan si putih)

7. Novel adalah cerita fiksi yang panjang dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak setiap tokoh
contoh : Laskar Pelangi karya Andrea Hirata , Perahu Kertas karya Dewi Lestari


Baca juga mengidentifikasi cerita fiksi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah-Langkah Efektif Menyusun PTK di Sekolah Dasar: Dari Refleksi Menuju Perubahan Nyata

  1. Pendahuluan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran. Menurut Kemmis dan McTaggart (1988), PTK adalah “a form of self-reflective inquiry undertaken by participants in order to improve the rationality and justice of their own educational practices” . Artinya, guru tidak hanya menjadi pengajar tetapi juga peneliti yang merefleksikan praktiknya agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi siswa. 2. Identifikasi Masalah Langkah awal dalam menyusun PTK adalah mengidentifikasi masalah yang muncul di kelas. Masalah tersebut biasanya berupa kesulitan belajar siswa, rendahnya motivasi, atau metode pembelajaran yang kurang efektif. Arikunto (2019) menjelaskan bahwa “masalah dalam PTK harus bersumber dari pengalaman nyata guru dalam proses pembelajaran dan dapat dipecahkan melalui tindakan yang dirancang secara sistematis.” Denga...

Penelitian Kuantitatif: Pendekatan, Ciri, dan Penerapannya dalam Dunia Pendidikan

 Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mengkaji fenomena dengan cara mengukur dan menganalisis data numerik. Menurut Sugiyono (2019), penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, serta analisis data bersifat statistik. Pendekatan ini menekankan objektivitas dan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi yang lebih luas. Pendekatan kuantitatif berangkat dari paradigma positivistik yang menempatkan realitas sebagai sesuatu yang dapat diukur secara empiris dan terukur. Creswell (2014) menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji teori dengan cara meneliti hubungan antarvariabel yang dapat diukur menggunakan instrumen dan dianalisis dengan prosedur statistik. Dengan demikian, peneliti kuantitatif berusaha menemukan hukum-hukum umum yang berlaku secara luas melalu...

Strategi Sekolah dalam Mendukung Kesehatan Mental Siswa

  Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan anak dan remaja, terutama di lingkungan sekolah. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis siswa. Menurut World Health Organization (WHO, 2020), kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan di mana individu menyadari kemampuan dirinya, dapat mengatasi tekanan hidup secara wajar, bekerja secara produktif, serta mampu berkontribusi bagi lingkungannya. Dalam konteks pendidikan, kesehatan mental menjadi faktor kunci bagi keberhasilan belajar dan pembentukan kepribadian siswa. Salah satu strategi utama sekolah dalam mendukung kesehatan mental siswa adalah menciptakan iklim sekolah yang positif dan suportif . Iklim sekolah yang aman, ramah, dan penuh penerimaan dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan siswa. Cohen et al. (2009) menyatakan bahwa iklim sekolah yang positif meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses be...