Langsung ke konten utama

Jenis jenis mata Pencaharian penduduk

Jenis mata pencaharian penduduk berdasarkkan tempat tinggal

1. Mata Pencaharian masyarakat di daerah pantai
 
a. Nelayan
Banyak penduduk di pesisir pantai bekerja menangkap ikan
sumber tirto.id

b. Petani garam.
Petani garam yaitu orang yang pekerjaan memproduksi garam dengan membuat tambak. Tambak garam merupakan kolam yang dibuat untuk menghasilkan garam dari air laut, lalu melalui proses penguapan alami
sumber mataairradio.com


c. Pengusaha Tambak
orang yang pekerjaan bertabak seperti tambak udang, tambak bandeng

d. Pengusaha pengolahan hasil laut .
Orang yang melakukan pengolahan rumput laut untuk dijadikan cendol, agar agar, dodol. ada juga pengolahan ikan untuk dijadikan abon ikan, tepung ikan kecap ikan, minyak ikan

e. Pengelola wisata bahari
karena pesisir ada yang dijadikan kawasan obyek wisata, maka bisa dimanfaatkan untuk mata pencaharian seperti jasa penginapan, jasa kendaraan, berdagang, fotografer dll

f. Pengrajin
Laut yang menghasilkan bunga karang, kerang dan batu laut bisa dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan seperti gantungan kunci, tirai, pigura gelang dan kalung
    2. Mata Pencaharian Masyarakat di Daerah dataran Rendah

    a. Petani 
    tanaman yang biasanya ditanam seperti padi, jagung, singkong

    b. Pekerja 
    seperti buruh, karyawan, pegawai

    c. Pengrajin 
    seperti pengrajin mebel, pengrajin kayu, pengrajin batu

    d. peternak 
    mengembangbiakkan dan membudidaykan hewan ternak seperti sapi, ayam, kambing

    e. Pedagang
    Orang yang memperjualbelikan barang. Barang yang diperjualbelikan bisa berupa hasil pertanian, kerajinan dan peternakan

    f. Pekerja Jasa 
    Pekerja jasa adalah pekerjaan yang hasil pekerjaan dapat dinikmati orang lain seperti tukang cukur, jasa ojek, sopir, guru, polisi, polisi, dokter dll

      3. Mata Pencaharian Masyarakat di daerah dataran tinggi
      a. Peternak
      Hewan yang biasa di budidayakan oleh penduduk di dataran tinggi yaitu sapi dan kambing

      b. Pengelola perkebunan
      Tumbuhan yang biasanya ditanam dan dibudidayakan antara lain sayur dan buah buahan, kopi, teh.

      c. Petani 
      jenis tanaman yang bisa ditanam dan dikembangkan antara lain palawija

      d. Pengelola kehutanan
      orang yang mempunyai tugas untuk menjaga hutan di pegunungan dengan cara memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan.

      e. Pengelola Pariwisata
      Banyak kawasan dataran tinggi yang dijadikan tempat wisata seperti pegunungan, air terjun hutan wisata alam. sehingga banyak penduduk yang bermatapencaharian sebagai pengelola pariwisata.

      4. Mata pencaharian Masyarakat kota
      a. Pekerja jasa
      Orang yang memberikan pelayan sesuai keahlian seperti dokter, guru, polisi, penjahit, konsultan

      b. Karyawan swasta
      Orang yang bekerja dikantor swasta. sepperti karyawan bank, karyawan perusahaan asing

      c. Wiraswasta
      Orang yang membuka sendiri usahanya seperti bengkel, toko

      d. Pedagang
      Pedagang grosir, pedagang kakilima, distributor, pedagang asongan

      e. buruh dan tenaga harian lepas
      karena di kota besar banyak pabrik, menjadikan beberapa penduduknya bekerja di pabrik seperti pabrik seppatu, pabrik suku cadang kendaraan
      tenaga harian lepas seperti kuli bangunan, kuli angkut di pasar, kuli angkut di pelabuhan





















      Komentar

      Postingan populer dari blog ini

      Langkah-Langkah Efektif Menyusun PTK di Sekolah Dasar: Dari Refleksi Menuju Perubahan Nyata

        1. Pendahuluan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran. Menurut Kemmis dan McTaggart (1988), PTK adalah “a form of self-reflective inquiry undertaken by participants in order to improve the rationality and justice of their own educational practices” . Artinya, guru tidak hanya menjadi pengajar tetapi juga peneliti yang merefleksikan praktiknya agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi siswa. 2. Identifikasi Masalah Langkah awal dalam menyusun PTK adalah mengidentifikasi masalah yang muncul di kelas. Masalah tersebut biasanya berupa kesulitan belajar siswa, rendahnya motivasi, atau metode pembelajaran yang kurang efektif. Arikunto (2019) menjelaskan bahwa “masalah dalam PTK harus bersumber dari pengalaman nyata guru dalam proses pembelajaran dan dapat dipecahkan melalui tindakan yang dirancang secara sistematis.” Denga...

      Penelitian Kuantitatif: Pendekatan, Ciri, dan Penerapannya dalam Dunia Pendidikan

       Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mengkaji fenomena dengan cara mengukur dan menganalisis data numerik. Menurut Sugiyono (2019), penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, serta analisis data bersifat statistik. Pendekatan ini menekankan objektivitas dan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi yang lebih luas. Pendekatan kuantitatif berangkat dari paradigma positivistik yang menempatkan realitas sebagai sesuatu yang dapat diukur secara empiris dan terukur. Creswell (2014) menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji teori dengan cara meneliti hubungan antarvariabel yang dapat diukur menggunakan instrumen dan dianalisis dengan prosedur statistik. Dengan demikian, peneliti kuantitatif berusaha menemukan hukum-hukum umum yang berlaku secara luas melalu...

      Strategi Sekolah dalam Mendukung Kesehatan Mental Siswa

        Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan anak dan remaja, terutama di lingkungan sekolah. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis siswa. Menurut World Health Organization (WHO, 2020), kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan di mana individu menyadari kemampuan dirinya, dapat mengatasi tekanan hidup secara wajar, bekerja secara produktif, serta mampu berkontribusi bagi lingkungannya. Dalam konteks pendidikan, kesehatan mental menjadi faktor kunci bagi keberhasilan belajar dan pembentukan kepribadian siswa. Salah satu strategi utama sekolah dalam mendukung kesehatan mental siswa adalah menciptakan iklim sekolah yang positif dan suportif . Iklim sekolah yang aman, ramah, dan penuh penerimaan dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan siswa. Cohen et al. (2009) menyatakan bahwa iklim sekolah yang positif meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses be...