Langsung ke konten utama

Program Tahunan dan Program Semester Kelas 1 - 6

 Program Tahunan (Prota)

Program Tahunan merupakan rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. 

Langkah-langkah perancangan Program Tahunan:

  1. Menelaah jumlah tema dan subtema pada suatu kelas. 
  2. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif pada kalender akademik. Hari-hari libur meliputi: jeda tengah semester, jeda akhir semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, hari libur khusus, kegiatan khusus satuan pendidikan.
  3. Menghitung jumlah Minggu Belajar Efektif (MBE) dalam satu tahun. 
  4. Mendistribusikan alokasi waktu Minggu Belajar Efektif (MBE) ke dalam subtema.

Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: 

  • Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) 
  • Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu)
Dalam perkembangan dan pengkajian penyusunan Program Tahunan, terdapat beragam alternatif format program tahunan. Dengan demikian pendidik memiliki kebebasan dalam menentukan format program tahunan. 

Program Semester

Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.


Berikut salah satu contoh format program tahunan dan program semester

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah-Langkah Efektif Menyusun PTK di Sekolah Dasar: Dari Refleksi Menuju Perubahan Nyata

  1. Pendahuluan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran. Menurut Kemmis dan McTaggart (1988), PTK adalah “a form of self-reflective inquiry undertaken by participants in order to improve the rationality and justice of their own educational practices” . Artinya, guru tidak hanya menjadi pengajar tetapi juga peneliti yang merefleksikan praktiknya agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi siswa. 2. Identifikasi Masalah Langkah awal dalam menyusun PTK adalah mengidentifikasi masalah yang muncul di kelas. Masalah tersebut biasanya berupa kesulitan belajar siswa, rendahnya motivasi, atau metode pembelajaran yang kurang efektif. Arikunto (2019) menjelaskan bahwa “masalah dalam PTK harus bersumber dari pengalaman nyata guru dalam proses pembelajaran dan dapat dipecahkan melalui tindakan yang dirancang secara sistematis.” Denga...

Penelitian Kuantitatif: Pendekatan, Ciri, dan Penerapannya dalam Dunia Pendidikan

 Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mengkaji fenomena dengan cara mengukur dan menganalisis data numerik. Menurut Sugiyono (2019), penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, serta analisis data bersifat statistik. Pendekatan ini menekankan objektivitas dan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi yang lebih luas. Pendekatan kuantitatif berangkat dari paradigma positivistik yang menempatkan realitas sebagai sesuatu yang dapat diukur secara empiris dan terukur. Creswell (2014) menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji teori dengan cara meneliti hubungan antarvariabel yang dapat diukur menggunakan instrumen dan dianalisis dengan prosedur statistik. Dengan demikian, peneliti kuantitatif berusaha menemukan hukum-hukum umum yang berlaku secara luas melalu...

Strategi Sekolah dalam Mendukung Kesehatan Mental Siswa

  Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan anak dan remaja, terutama di lingkungan sekolah. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis siswa. Menurut World Health Organization (WHO, 2020), kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan di mana individu menyadari kemampuan dirinya, dapat mengatasi tekanan hidup secara wajar, bekerja secara produktif, serta mampu berkontribusi bagi lingkungannya. Dalam konteks pendidikan, kesehatan mental menjadi faktor kunci bagi keberhasilan belajar dan pembentukan kepribadian siswa. Salah satu strategi utama sekolah dalam mendukung kesehatan mental siswa adalah menciptakan iklim sekolah yang positif dan suportif . Iklim sekolah yang aman, ramah, dan penuh penerimaan dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan siswa. Cohen et al. (2009) menyatakan bahwa iklim sekolah yang positif meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses be...