Langsung ke konten utama

ORGANISASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

Pada bahasan kali ini, merupakan bagian dari sebuah buku berjudul Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Organisasi pembelajar. bagian ini merupakan bagian 1 yang akan dibahas.

Organisasi dan manajemen pendidikan

dijelaskan dalam buku tersebut, salahs atu ciri manusia modern adalah keanggotaannya dala berbagai organisasi yang semuanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan pribadinya, bai dalam arti peningkatan taraf hidup di bidang material maupun status sosial yaitu mencapai karir ditempat kerja secara maksimal. 

Organisasi ditinjau dari segi dinamikanya dapat diartikan sebagai proses kerjasama yang serasi, sitematis diantara orang-orang di dalam suatu ikatan yang bersifat formal dan hirarkis dan bertindak sesuaiketentuan yang disepakati untuk mencapai tujuan yang ditetapkan secara efisiend an efektif (Robbin, 1994:5, Siagian, 1996:9)

Dalam upaya mencapai tujuan, organisasi dihadapkan berbagai tantangan antara lain 

  1. secara terus menerus bersaing untuk mempeertahankan eksistensinya
  2. Kebutuhan untuk bertumbuh dan berkembang
  3. Dihadapkan pula kepada ancaman kematian
  4. SDM yang berkualitas
  5. penguasaan IT
 Untuk menghadapi tantangan dimaksud, diperlukan sinerggi setiap unsur organisasi termasuk stakeholder. Peranan stakeholder tidak hanya terbatas pada menentukan kebijakan dan mengeluarkan berbagai perundangan untuk megarahkan aktivitas oragnisasi, melainkan dapat pula memberikan masukan berharga bagi perbaikan jasa layanan suatu institusi pendidikan terutama dalam era desentralisasi manajemen pendidikan. 

 Dalam organisasi pendidikan yang produktif, seluruh keputusan dan tindakan harus ditetapkan berdasarkan pertimbangan ilmiah, dan keahlian bukan kekuasaan.

 Organisasi Pendidikan sebagai suatu sistem

Dalam konteks teori sistem, organisasi adala satu elemen dari sejumlah elemen yang berinteraksi secara interdepensi, aliran masukan dan keluaran adalah dasar dari titik awal dalam menjelaskan organisasi. 
Pendekatan sistem memandang organisasi sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. perubahan yang terjadi dalam satu unsur akan mempengaruhi dan bahkan menyebabkan perubahan pada unsur atau bagian yang lain.
 
Organisasi sebagai sitem terbuka dapat digambarkan sebagai berikut


Organisasi sebagai sistem (open system) diadaptasi dari Koontz, H dan Weihrich, H. (1990); Robbin, S.P & Coulter M. (1999)


Sebagai sitem terbuka maka ssetiap organisasi mempunyai beberapa karakteristik yaitu masukan, proses transformasi, keluaran, batas wilayah (boundary), umpan balik, keterbukaan dan adapatasi.

Suatu sistem organisasi selalu mempunyai lingkungan yang disebut dengan batas wilayah. penggunaan batas wilayah dimaksudkan untuk memberikan kejelasan mengenai bidang yang termasuk suatu sistem dan yang tidak termasuk suatu sistem.

Organisasi pembelajar adalah organisasi yang telah mengembangkan kemampuan untuk terus menerus menyesuaikan diri dan berubah. melakukan pembelajaran berarti menetapkan strategi inovasi, perbaikan berkelanjutan, komitmen terhadap sugas dan tujuan organisasi.

Dikemukaan oleh Robbin, S.P. (2001) bahwa organisasi pembelajar mempunyai karakteristik dasar sebagai berikut : 
  1. angota organisasi mengesampingkan cara pikir lama
  2. belajar untuk saling terbuka
  3. memahami cara kerja organisasi
  4. menyusun perencanaan, visi yang dapat disepakati dan dipahami semua anggota
  5.  bersinergi untuk melakukan aksi dalam rangka pencapaian visi organisasi

Manajemen organisasi

sebagai suatu sistem, pendidikan nasional hauslah dikelola secara tepat agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. karena itu pengelolaan pendidikan diperlukan adminitrator yang dapat berkinerja secara makssimal guna meningkatkan kualitas lulusan yang diharapkan.
Mulyasa (2004:8) mengartikan manajemen pendidikan merupakan suatu sistem pengelolaan dan penataan sumberdaya pendidikan, tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat, kurikulum, dana, sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana dan lingkungan pendidikan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

-------------------------------------------------
Buku Kepemimpinan Kepala Sekolah DR Wahyudi, penerbit Alfabeta 2009



























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah-Langkah Efektif Menyusun PTK di Sekolah Dasar: Dari Refleksi Menuju Perubahan Nyata

  1. Pendahuluan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran. Menurut Kemmis dan McTaggart (1988), PTK adalah “a form of self-reflective inquiry undertaken by participants in order to improve the rationality and justice of their own educational practices” . Artinya, guru tidak hanya menjadi pengajar tetapi juga peneliti yang merefleksikan praktiknya agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi siswa. 2. Identifikasi Masalah Langkah awal dalam menyusun PTK adalah mengidentifikasi masalah yang muncul di kelas. Masalah tersebut biasanya berupa kesulitan belajar siswa, rendahnya motivasi, atau metode pembelajaran yang kurang efektif. Arikunto (2019) menjelaskan bahwa “masalah dalam PTK harus bersumber dari pengalaman nyata guru dalam proses pembelajaran dan dapat dipecahkan melalui tindakan yang dirancang secara sistematis.” Denga...

Penelitian Kuantitatif: Pendekatan, Ciri, dan Penerapannya dalam Dunia Pendidikan

 Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mengkaji fenomena dengan cara mengukur dan menganalisis data numerik. Menurut Sugiyono (2019), penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, serta analisis data bersifat statistik. Pendekatan ini menekankan objektivitas dan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi yang lebih luas. Pendekatan kuantitatif berangkat dari paradigma positivistik yang menempatkan realitas sebagai sesuatu yang dapat diukur secara empiris dan terukur. Creswell (2014) menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji teori dengan cara meneliti hubungan antarvariabel yang dapat diukur menggunakan instrumen dan dianalisis dengan prosedur statistik. Dengan demikian, peneliti kuantitatif berusaha menemukan hukum-hukum umum yang berlaku secara luas melalu...

Strategi Sekolah dalam Mendukung Kesehatan Mental Siswa

  Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan anak dan remaja, terutama di lingkungan sekolah. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis siswa. Menurut World Health Organization (WHO, 2020), kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan di mana individu menyadari kemampuan dirinya, dapat mengatasi tekanan hidup secara wajar, bekerja secara produktif, serta mampu berkontribusi bagi lingkungannya. Dalam konteks pendidikan, kesehatan mental menjadi faktor kunci bagi keberhasilan belajar dan pembentukan kepribadian siswa. Salah satu strategi utama sekolah dalam mendukung kesehatan mental siswa adalah menciptakan iklim sekolah yang positif dan suportif . Iklim sekolah yang aman, ramah, dan penuh penerimaan dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan siswa. Cohen et al. (2009) menyatakan bahwa iklim sekolah yang positif meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses be...